Manajemen Organisasi sebagai Dasar Terbentuknya Pemahaman IT-Preneur Bagi Mahasiswa Sistem Informasi Isyana Rosita Arroyyani (5214100076) Mahasiswa Sistem Informasi – Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Posted: December 15, 2014 in Uncategorized

Sistem Informasi merupakan salah satu Program Pendidikan yang baru-baru ini booming dikalangan masyarakat. Namun masih banyak masyarakat yang mengira bahwa jurusan ini sama dengan jurusan IT (Informatika). Memang pada dasarnya materi IT sangat dominan dalam perkuliahan di jurusan Sistem Informasi, hal itu wajar karena memang Sistem Informasi adalah jurusan yang berbasis IT. Namun ada beberapa hal pokok yang dapat membedakan jurusan Sistem Informasi dan Informatika. Salah satunya adalah dengan adanya materi Manajemen dalam mata kuliah di jurusan Sistem Informasi.

Salah satu bentuk mata kuliah Manajemen di Jurusan Sistem Informasi adalah Manajemen Organisasi. Pada mata kuliah ini mahasiswa Sistem Informasi dicetak untuk memiliki pengetahuan dan pemahaman yang tinggi mengenai Manajemen suatu organisasi. Melalui pengetahuan dan pemahaman yang tinggi maka diharapkan tumbuhnya jiwa IT-Preneur dalam diri mahasiswa Sistem Informasi.

Jiwa IT-Preneur tersebut dapat tumbuh karena tujuan dari mata kuliah Manajemen Organisasi adalah untuk mengahasilkan mahasiswa yang mampu mempelajari dan menerapkan peran dan pendekatan ilmu manajemen pada permasalahan organisasi dan bisnis, serta mampu mengikuti isu-isu permasalahan manajemen terkini.

Maka untuk dapat mengambil peran dan bahkan melakukan pendekatan mengenai masalah-masalah terkini berkenaan dengan kegiatan manajerial, maka mahasiswa terlebih dahulu harus mengetahui tentang dasar-dasar Manajemen. Manajemen sendiri adalah suatu kegiatan untuk mencapai tujuan yang dapat dicapai secara efektif dan efisien melalui 4 hal penting yaitu planning, organizing, leading, dan controlling organization. Maka dengan memperhatikan 4 hal pokok tersebut, suatu organisasi diharapkan dapat mencapai target masing-masing. Suatu organisasi dikatakan berhasil apabila dapat melampaui tolak ukur yang sebelumnya telah dibuat.

Dari penjabaran diatas maka di dalam kegiatan manajerial harus dibuat suatu tujuan dan target pencapaian yang dijelaskan pada semua yang terlibat dalam suatu organisasi. Selain itu peran seorang manajer adalah sebagai motivator bagi seluruh elemen di dalam organisai tersebut. Setelah adanya tujuan maka diperlukan suatu strategi yang efektif dan efisien. Efisien adalah dapat memanfaatkan semua sumber daya dengan sebaik-baiknya dan seminimal mungkin untuk hasil yang semaksimal mungkin.

Untuk mendapatkan hasil semaksimal mungkin para manajer terlebih dahulu harus memahami challenges today. Bentuk-bentuk challenges tersebut adalah technology, new business model, strive to remain competitive in the global area, deal with uncertain environment, cutbacks, massive worldwide economics, politics, and social shift. Maka dapat disimpulkan bahwa seorang manajer harus aktif mengikuti perkembangan pengetahuan, tren bahkan isu di masyarakat.

Namun untuk mencapai pencapaian yang maksimal, manajer tidak dapat berjalan sendiri. Ada banyak yang terlibat dalam suiatu organisasi. Maka diperlukan suatu revolusi manajemen dalam suatu organisasi. Poin-poin revolusi tersebut adalah dengan terlibat aktifnya semua komponen suatu organisasi, seluruh komponen suatu organisasi diberikan pemahaman untuk memiliki organisasi tersebut (loyalitas tinggi), melihat perubahan sebagai hal lumrah dan selalu ada semangat untuk terus berubah, dan kemampuan membangkitkan visi dan misi serta tahap-tahapnya kemudian dirancang sebagai suatu bentuk motivasi.

Salah satu sistem manajemen yang memungkinkan suatu organisasi untuk menterjemahkan visi,misi dan strategi menjadi tindakan dengan memfokuskan pada indicator kinerja dan keberhasilan dalah Balanced Scorecard. Balanced Scorecard memiliki 4 perspektif yaitu Financial Perspective, Internal Business Process, Learning and Growth dan Customer. Balanced Scorecard dapat memperjelas ukuran untuk pemegang saham dan pelanggan yang bersifat eksternal serta ukuran internal dalam bentuk proses bisnis, budaya perusahaan dan pembelajaran serta pertumbuhan.

Salah satu fasilitas Balanced Scorecard untuk mempermudah kegiatan manajerial seorang manajer adalah dengan memanfaatkan software Balanced Scorecard. Software Balanced Scorecard memiliki karakter yang dapat mendukung kegiatan manajerial. Sebuah software Balanced Scorecard yang baik akan emmbantu manajer dalam mengomunikasikan strategi implementasi dan meningkatkan kolaborasi dalam implementasinya. Software tersebut juga membantu manajer dengan memberikan umpan balik atau feedback berupa implementasi strategi dan memverifikasikan hubungan sebab akibat dalam peta strategi seorang manajer. Software Balanced Scorecard merupakan software yang efektif. Sebuah software yang dikatakan efektif apabila dapat mengurangi pengumpulan data dan laporan tercetak, memiliki sistem keamanan data yang baik dan akan mengoptimalkan pengguanaan data suatu organisasi. Selain itu sistem juga harus terbuti dan dapat dengan mudah diintegrasikan dengan database atau aplikasi transaksi yang ada termasuk SAP, Oracle, dan lainnya.

Maka dari penjelasan diatas tampak jelas perbedaan prospek pembelajaran di Jurusan Sistem Informasi dan jurusan Teknik Informatika karena di Jurusan Sistem Informasi mahasiswa disiapkan untuk menajdi seorang IT-Preneur maupun Manajer dalam bidang IT. Maka sangat tepat jika Sistem Informasi memiliki motto “They built IT, then we make fortune from IT”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s